Topik 1 : COVERAGE
Dalam situasi persaingan yang semakin ketat dewasa ini, maka semakin mudah suatu produk didapatkan oleh konsumen, kapan saja dan dimana saja akan semakin mudah produk tersebut terjual. Dan karena “toko” adalah matarantai paling akhir bagi produsen agar produkya dapat diperoleh oleh konsumen, maka semakin banyak toko yang menjual produknya, akan menentukan kinerja penjualannnya. Dalam topik ini peserta akan mempelajari:
1.Arti Coverage dan pentingnya dalam kegiatan penjualan
2.Tujuan coverage dan hubunganya dengan daya saing produk
3.Mengukur efektifitas coverage
4.Memahami outlet “universe” dan cara menghitungnya
5.Menentukan outlet “yang tepat”
6.Menentukan outlet yang “Layak Dikunjungi”
7.Memahami arti “outlet aktif”
8.Mengidentifikasi berbagai permasalah Coverage di wilayah kerja penjualan
9.Merancang upaya peningkatan coverage di wilayah kerja penjualan
Topik 2 : DISTRIBUTION
Optimalisasi Coverage belum menjamin optimalisasi kinerja penjualan. Jika produk di outlet tidak lengkap, atau habis sebelum kunjungan salesman berikutnya, maka akan terjadi “kehilangan penjualan” karena kemungkinan besar konsumen akan berganti merk karena produk yang dicari tidak ada di toko ketika dibutuhkan. Oleh sebab Itu “kelengkapan” dan “kecukupan” produk di toko akan menjadi kunci penting berikutnya untuk meningkatkan kinerja penjualan. Dalam topik ini peserta akan mempelajari:
1.Pengertian “Distribution” dan pentingnya dalam kegiatan penjualan
2.Pengertian “Horizontal Distribution”
3.Pengertian “Vertical Distribution”
4.Pengertian “Weighted Distribution”
5.Alat-alat bantu untuk meningkatkan “Distribution”
6.Mengidentifikasi berbagai permasalahan distrbusi di wilayah kerja penjualan
7.Tahapan penting dalam usaha melakukan optimalisasi “Distribution”
Topik 3: MERCHANDISING
Dalam banyak kasus, sebagian besar pembeli memutuskan pembelian secara spontan (impulse buying) karena adanya rangsangan eksternal tertentu. Kelengkapan dan Kecukupan produk di toko masih belum menjamin terhjadinya pembelian oleh konsumen. Produk di setiap outlet harus “TERLIHAT, MENCOLOK dan MENARIK” di mata pembeli sehingga akan lebih merangsang serta mendorong timbulnya keputusan untuk membeli; Dalam topik ini peserta akan mempelajari:
1.Pengertian “Merchandising” dan pentingnya dalam kegiatan penjualan
2.Proses terjadinya pembelian di outlet
3.Falsafah dasar Merchandising
4.Arti dan isi Merchandising Mix
5.Mengukur efektivitas merchandising
6.Mengidentifikai berbagai permasalah merchandising yang dihadapi
7.Merancang berbagai paya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas merchanding di wilayah kerja penjualan.
Topik 4: SALES PROMOTION
Untuk meningkatkan ketersediaan produk-produk di outlet, baik jumlah maupun jenisnya, maka perlu kegiatan khusus yang mendorong salesman berusaha lebih gigih melakukan penjualan ke outlet, mendorong toko lebih banyak membeli dan mendorong lebih banyak konsumen untuk membeli. Untuk itu, maka kegiatan Sales Promo menjadi salah satau elemen yang penting untuk meningkatkan kinerja tim penjualan. Dalam topik ini peserta akan mempelajari:
1.Perbedaan penting antara Marketing Promo dan Sales Promo
2.Tujuan dan Manfaat Sales Promo
3.Jenis-jenis kegiatan Sales Promo yang utama
4.Esensi dan Tujuan Trade Promo
5.Esensi dan Tujuan Consumer Promo
6.Esensi dan Tujuan Salesforce Incentive
7.Peran Salesforce dalam pelaksanaan Sales Promo
Topik 5: ADMNISTRASI PENJUALAN
Administrasi penjualan adalah semua dokumentasi atau catatan kegiatan penjualan yang dilakukan Sales Person di setiap outlet. Tanpa ada adminostrasi penjualan yang baik, maka sulit diketahui kualitas kegiatan Sales Person di outlet, sehingga akan sulit untuk melakukan berbagai kegiatan perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas CDMP di wilayah kerja Sales Person Dalam topik ini peserta akan mempelajari:
•Tujuan dan manfaat Administrasi Penjualan
•Esensi dan manfaat Kartu Pelanggan (CRC)
•Esensi dan manfaat Laporan harian Sales Person
•Esensi dan manfaat Laporan Dinding
•DUA langkah penting yang dapat dilakukan Sales Person untuk meningkatkan penjualan melalui peningkatan Kualitas Administrasi Penjualan
Topik 6: MENGELOLA KEGIATAN HARIAN Sales Person SECARA EFEKTIF
Sukses dan tidaknya Sales Person akan sangat ditentukan bagaimana dia melakukan kegiatannya sehari-hari dengan baik, dan semakin baik. Jika CDMP menjadi kunci peningkatan prestasi penjualan Sales Person, maka peiningkatan prestasi penjualan Sales Person akan ditentukan bagaimana Sales Person melakukan implementasi CDMP setiap harinya. Kemampuan Sales Person mengelola kegiatan hariannya akan menentukan kualitas implementasi CDMP di wilayah kerjanya dan ujungnya adalah peningkatan prestasi penjualannya. Dalam topik ini peserta akan mempelajari:
•Esensi Mengelola Kegiatan Harian bagi Sales Person
•Peningnya mengelola kegiatan harian Sales Person secara efektif
•Esensi kegiatan Sales Person pagi hari di Kantor sebagai modal untuk untuk meningkatkan prestasi penjualan harian
•Esensi kegiatan di outlet : Basic Call Procedure (BCP): kunci untuk meningkatkan penjualan di outlet
•Esensi kegiatah Sales Person sore hari di kantor: dasar untuk melakukan perbaikan yang terus menerus
TEGUH PURWADI

Founder and Managing Partners BeBest Learning Services.
In more than 20 years professional carees in some multi-national companies, he has participated in more than 100 classes of trainings, workshops, seminars, outside as well as in side the country (such as in; USA, Panama, Costarica, Colombia, Japan, Hongkong, Taiwan, Philipine, Malaysia, Singapore, Thailand, Srilangka,etc.) and have facilitated more than 1.500 classes of training participated by various level of participants from various businesses.
• Gradute from Social & Political Sciences Fac. of Gadjah Mada Univ.- Yogya
• Master of Management from Sekolah Tinggi Manajemen “IMMI”, Jakarta.
• DR (c) Business Management of IPB- Bogor
Professional Career;
•Unilever Indonesia (1998-2004); Area Sales Manager & Sales Training Manager
•Bank Umum Nasional & Ongko Group (1993-1997); Training Center Manager
•General Motors Indonesia (1993); Recruitment & Training Manager
•Chiquita Brands International (1992); Recruitment & Training Manager
•Coca-Cola Indonesia (1988-1992); National Training Manager
•Olympic Group (1987-1988); Business Development Manager
•Texmaco Group (1986); Corporate Personnel Manager
•Astra Group (PT. Gaya Motor) (1982-1986); Total Quality Control Manager
•Boehringer Ingelheim (1981-1982); Medical Representative
•Plan International (1979-1980); Educational Project Manager